Tawuran atau Konser musik?
Dari arah kanan sebagian anggota Raksa terlihat membawa besi, sementara yang lainnya membawa balok kayu.
Sedangkan dari arah sebrang, terlihat anggota Moran yang lebih santai hanya berbekal alat masak seperti minggu lalu dengan tambahan beberapa batu di dalam panci dan serta memperbanyak pasokan teflon—tentu saja ini ide Jnata.
Dari arah belakang Moran, terdapat sound musik layaknya orang hajatan yang di bawa oleh ultramen milik yanuar—tentunya dengan persetujuan kedua belah pihak agar kejadian minggu lalu tidak terulang kembali.
Alunan musik bertajuk kemesraan ini milik Iwan fals mengalun merdu menambah semangat para pelajar tawuran absrud ini.
“KEMESRAAN INI, JANGANLAH CEPAT BERLALUU.” kolaborasi antara suara merdu dan fals milik anggota Moran semakin membakar semangat.
“KEMESRAAN INI, INGIN KU KENANG SELALU.” Raksa melanjutkan lirik.
Sesampainya di pertengahan tepat saat akan pergantian musik selanjutnya di mulai, Jnata berkomando, “SERANGGGG ANJENGGG!!!”
Besi dan balok kayu beradu dengan alat masak, perpaduan yang sangat pas.
Jnata berusaha menangkis balok kayu milik Abi yang beberapa kali mengenai bahu serta bagian tubuhnya yang lain.
Saat di rasa Abi sedikit lengah, Jnata pun mulai membalas dengan lebih sadis.
Dua teflon di sisi kanan dan kiri yang ia pegang di ayunkan untuk menangkis balok kayu serta memukul kepala bagian belakang Abi, membuat pemuda berhoodie hitam itu menjadi oleng ke persekian detik. Karena demi Tuhan, sakitnya bukan main.
25 menit berlalu, kini hasil dua kubu tersebut seri. Empat anggota Moran terluka cukup parah, Raksa pun demikian.
Musik yang telah berganti genre menjadi melow pun ikut menambah kesan suram pada tawuran tersebut.
Darah di sebagian baju, luka gores, serta lebam-lebam di sekitar tubuh dan wajah dapat memberi gambaran betapa sadisnya tawuran ini.
Hanya karena memperebutkan jumlah uang dengan nominal yang tidak seberapa mereka rela, rela babak belur, rela mendapatkan jahitan di beberapa bagian tubuh serta kepala, dan rela bertarung nyawa demi mempertahankan gengsi untuk mengalah.
“Spy lo bakalan jadi milik gue,” desis Jnata.
“No prob, gue serahin diri gue buat lo.”
Okay .... Abishaka mulai sedikit gila.