Moran—Raksa.
Jumat, pukul dua siang sesuai yang di rencanakan Moran dan Raksa, mereka bersama-sama sudah berada di gang Arif—gang besar— tempat perbatasan antara sekolah gang Moran dan juga Raksa.
Jnata maju paling depan berhadapan langsung dengan ketua Raksa sembari mengulurkan tangan kanannya, “Abishaka Fareza TKR 2?” tanya Jnata basa-basi dengan nada angkuh.
Abi memejamkan matanya singkat seraya menghirup udara kasar— menetralisir rasa ingin menghajar langsung pemuda di depannya, “Jnata spy pki janggela? Anak Moran sekarang— kerja sambilan jadi koki ya?” tanyanya jenaka seraya bersedekap menatap remeh Jnata, di iringi gelak tawa anggota Raksa.
Jnata spontan melotot tidak terima kejadian Rabu lalu dan teman-temannya di jadikan bahan gunjingan sang rival.
“Gausah banyak bacot LO—BUGH! tanpa aba-aba Jnata melayangkan teflon yang ia pegang pada kepala Abi yang membuatnya oleng persekian detik.
“ANJING!”
Dan pertarungan sengit pun tak dapat terelakkan.