Akhir dari kisah dua pemuda.

TW // Major Character Death TW // SUICIDE

Bagai tersambar petir sore di hari yang suram. Hari ini, tepat di bulan November. Tangan layu yang selalu ia genggam erat beberapa hari belakang, kini terkulai lemah tak berdaya. Jantung sang pemuda kelahiran bulan April itu sudah tidak berdetak lagi sama sekali.

Kekasihnya—Jester terkulai lemas saat beberapa seorang dokter dan perawat berbondong-bondong berdatangan, dengan langkah tergesa-gesa seraya melafalkan doa dalam hati untuk sang pasien serta berupaya semaksimal mungkin untuk membuat denyut nadi pemuda itu kembali, namun nihil. Usaha para dokter dan perawat yang berada disana tidak berhasil membuat sang pemuda hidup kembali. Tuhan rindu Keen Kalyan


Beberapa jam telah berlalu, buliran air mata itu masih terpampang jelas di kedua sorot mata sang pemuda berhoondie mint. Kaki jenjangnya ia bawa menuju ke atas gedung rumah sakit, tatapannya kosong, langkah kakinya terseok-seok, dan tubuhnya ia tumpukan pada dinding lorong rumah sakit sepanjang langkah yang ia pijak, perlahan tapi pasti Jester sampai diatas sana dengan penuh percaya diri ia berkata, “Tuhan, terima kasih.” Lalu setelahnya, terjun bebas seperti apa yang ia harapkan.

Hari yang suram, hari yang tepat untuk mati sekarang.

Biasanya penderita gagal ginjal kronis meninggal setelah menjalani cuci darah. Penyebab kematian paling utama bukan karena cuci darahnya atau gagal ginjalnya secara langsung, namun karena komplikasi terhadap jantungnya.